Getaran kuat bencana gempa bumi dengan magnitudo (M) 5.1 mengguncang wilayah Papua pada Senin pagi, 21 April 2025, sekitar pukul 16.30 WIT (atau pukul 08.30 BST). Guncangan yang terasa cukup kuat ini menyebabkan kepanikan di kalangan warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk mencari tempat yang lebih aman. Pusat gempa dilaporkan berada di darat, sekitar 35 kilometer barat daya Kota Jayapura, dengan kedalaman 15 kilometer.
Menurut laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah Jayapura, bencana gempa ini meskipun tidak berpotensi tsunami, namun guncangannya dirasakan cukup luas oleh masyarakat di Kota Jayapura dan sekitarnya. Banyak warga panik dan memilih untuk tetap berada di luar rumah beberapa saat setelah gempa terjadi, khawatir akan adanya gempa susulan yang lebih besar. Sirene peringatan dini juga sempat terdengar di beberapa area sebagai respons terhadap guncangan kuat tersebut.
“Kaget sekali, tiba-tiba bumi bergoyang cukup kuat. Saya langsung lari keluar rumah bersama keluarga. Tetangga-tetangga juga pada keluar semua, warga panik karena takut,” ujar Mama Yuli (42 tahun), seorang warga Distrik Heram, Kota Jayapura, saat dihubungi melalui telepon sesaat setelah gempa terjadi. Laporan serupa juga datang dari wilayah Sentani dan Abepura, di mana warga merasakan guncangan yang membuat perabotan di dalam rumah bergetar.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memantau situasi dan mendata kemungkinan adanya kerusakan atau korban jiwa akibat bencana gempa ini. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Papua, Bapak Nikolas Wenda, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan informasi dari lapangan. “Tim kami sedang bergerak untuk melakukan assessment di wilayah yang terdampak. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa, namun kami tetap mengimbau kepada warga panik untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan,” jelasnya melalui sambungan telepon pada Senin sore. Pihak kepolisian dari Polda Papua juga turut memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat pasca terjadinya gempa. Meskipun tidak menimbulkan kerusakan besar, bencana gempa ini menjadi pengingat akan tingginya aktivitas seismik di wilayah Papua.
