Kabar duka kembali menyelimuti wilayah Trans Papua, di mana seorang sopir truk dilaporkan meregang nyawa setelah menjadi korban penembakan oleh Orang Tak Dikenal (OTK). Peristiwa tragis ini menambah daftar panjang aksi kekerasan di wilayah tersebut dan menimbulkan kekhawatiran mendalam bagi para pekerja serta pengguna jalan yang melintasi jalur vital ini. Pihak kepolisian setempat telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memulai penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik penembakan yang menyebabkan korban meregang nyawa ini. Berikut adalah informasi selengkapnya mengenai kejadian yang memilukan ini.
Insiden yang menyebabkan seorang sopir truk meregang nyawa ini terjadi pada hari Jumat, 25 April 2025, sekitar pukul 06.00 WIT, di ruas Jalan Trans Papua yang terletak di antara Distrik Dekai dan Distrik Oksibil, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Korban yang diketahui bernama Joni Setiawan (42 tahun), merupakan seorang sopir truk yang sedang mengangkut bahan kebutuhan pokok menuju Oksibil. Saat melintas di area yang sepi dan rawan, truk yang dikendarainya tiba-tiba diberondong tembakan oleh sekelompok OTK yang diduga kuat berjumlah lebih dari satu orang.
Akibat serangan mendadak tersebut, korban Joni Setiawan mengalami luka tembak serius dan dilaporkan meregang nyawa di lokasi kejadian sebelum bantuan medis sempat tiba. Setelah menerima laporan mengenai insiden tersebut, aparat keamanan gabungan dari TNI dan Polri yang bertugas di wilayah Yahukimo segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah TKP. Petugas menemukan sejumlah selongsong peluru di sekitar lokasi kejadian dan melakukan identifikasi awal terhadap jenazah korban.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Pegunungan, Inspektur Jenderal Polisi Mathius Fakhiri, S.I.K., M.H., melalui keterangan pers yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Papua Pegunungan, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal, S.I.K., pada Jumat siang, 25 April 2025, sekitar pukul 11.00 WIT, membenarkan adanya insiden penembakan yang menyebabkan seorang sopir truk meregang nyawa di wilayah Trans Papua. Pihaknya menyatakan bahwa tim gabungan TNI-Polri telah diterjunkan untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan melakukan penyelidikan mendalam terkait motif penembakan ini.
Hingga saat ini, identitas para pelaku penembakan masih belum diketahui. Namun, kuat dugaan bahwa aksi ini dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang kerap melakukan aksi teror di wilayah pegunungan Papua. Insiden ini kembali menimbulkan rasa takut dan kekhawatiran di kalangan masyarakat serta para pekerja yang menggantungkan hidupnya pada jalur Trans Papua. Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat melintasi wilayah-wilayah yang dianggap rawan. Aparat keamanan juga berjanji akan terus meningkatkan patroli dan pengamanan di sepanjang jalur Trans Papua untuk mencegah terjadinya kembali insiden serupa dan untuk segera menangkap para pelaku yang menyebabkan seorang sopir truk meregang nyawa secara tragis ini. Jenazah korban saat ini telah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
