Kabar Duka dari Puncak Papua: Seorang Guru Meregang Nyawa Ditembak KKB

Kekerasan kembali terjadi di wilayah Puncak, Papua Tengah, yang kali ini merenggut nyawa seorang guru yang bertugas di daerah terpencil. Insiden tragis ini terjadi pada Minggu (27/04/2025) pagi sekitar pukul 09.00 WIT di sebuah perkampungan di Distrik Gome. Korban, yang diketahui seorang guru bernama Oktavianus Duwit (35), meregang nyawa setelah ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Informasi mengenai kejadian ini pertama kali diterima oleh aparat keamanan setempat dari laporan warga. Tim gabungan TNI-Polri segera bergerak menuju lokasi kejadian setelah mendapatkan kabar bahwa seorang guru meregang nyawa akibat serangan KKB.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Irjen Polisi Mathius Fakhiri, membenarkan adanya insiden penembakan yang menyebabkan seorang guru meregang nyawa. Beliau menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian ini dan mengecam keras tindakan brutal KKB tersebut.

“Kami sangat menyesalkan dan mengutuk keras tindakan KKB yang kembali melakukan aksi kekerasan hingga menyebabkan seorang guru yang bertugas mencerdaskan anak bangsa meregang nyawa. Ini adalah tindakan yang tidak berperikemanusiaan,” tegas Irjen Polisi Mathius Fakhiri dalam keterangan persnya di Jayapura, Minggu sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, Oktavianus Duwit merupakan seorang guru kontrak yang telah mengabdikan diri selama beberapa tahun di salah satu sekolah dasar di Distrik Gome. Saat kejadian, korban sedang dalam perjalanan menuju sekolah untuk melaksanakan tugasnya. Diduga, KKB telah mengintai pergerakan korban dan melakukan penembakan secara tiba-tiba.

Tim forensik dari Polres Puncak telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengidentifikasi jenazah korban. Proses evakuasi jenazah terkendala oleh kondisi geografis dan faktor keamanan di wilayah tersebut. Namun, aparat keamanan berupaya semaksimal mungkin untuk segera mengevakuasi jenazah korban dan melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Komandan Korem 173/PVB, Brigjen TNI Dwi Suhartono, menambahkan bahwa pihaknya akan meningkatkan operasi pengejaran terhadap KKB yang bertanggung jawab atas insiden ini. TNI-Polri akan bekerja sama untuk menciptakan kondisi keamanan yang kondusif di wilayah Puncak dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, terutama para tenaga pendidik yang bertugas di daerah terpencil.

“Kami tidak akan tinggal diam dengan aksi brutal KKB ini. Kami akan terus melakukan pengejaran dan menindak tegas para pelaku. Keamanan masyarakat dan para guru yang bertugas di Papua adalah prioritas kami,” ujar Brigjen TNI Dwi Suhartono.

Kejadian tragis ini menambah daftar panjang korban jiwa akibat ulah KKB di Papua. Pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi permasalahan keamanan di wilayah tersebut dan memberikan perlindungan maksimal kepada para pekerja kemanusiaan, termasuk guru, yang menjalankan tugas mulia di daerah rawan konflik. Oktavianus Duwit, seorang pahlawan pendidikan, kini telah meregang nyawa dalam menjalankan tugasnya.

slot gacor hk pools

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org