Sebuah insiden kericuhan yang melibatkan amukan massa dilaporkan terjadi di wilayah Distrik Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Kamis siang, 17 April 2025. Dalam kejadian tersebut, massa yang marah melakukan tindakan anarkis dengan bakar mobil milik aparat kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Peristiwa ini sontak meningkatkan tensi keamanan di wilayah tersebut dan menyebabkan kepanikan di kalangan warga.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun dari lapangan, aksi bakar mobil ini diduga dipicu oleh adanya kesalahpahaman atau isu yang berkembang di tengah masyarakat. Massa yang berjumlah cukup banyak berkumpul dan melakukan aksi demonstrasi yang berujung pada tindakan pembakaran terhadap kendaraan dinas milik aparat keamanan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Dua unit mobil, satu milik kepolisian dan satu milik TNI, dilaporkan menjadi sasaran amukan massa dan bakar mobil hingga hangus.
Aparat kepolisian dan TNI yang berada di lokasi kejadian berusaha untuk meredam amukan massa dan melakukan pengamanan. Namun, jumlah massa yang besar dan emosi yang memuncak membuat situasi menjadi sulit dikendalikan. Upaya negosiasi dan imbauan untuk tenang belum membuahkan hasil yang signifikan hingga beberapa saat setelah kejadian bakar mobil tersebut.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Pegunungan, Irjen Pol. Mathius Fakhiri, melalui keterangan pers di Jayapura pada sore hari tadi membenarkan adanya insiden pembakaran mobil dinas milik Polri dan TNI di Wamena. Pihaknya menyayangkan tindakan anarkis tersebut dan menegaskan bahwa aparat keamanan akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku terhadap para pelaku bakar mobil dan aksi anarkis lainnya. “Kami sedang melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui akar permasalahan yang menyebabkan amukan massa ini. Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan menahan diri,” ujar Irjen Pol. Mathius Fakhiri.
Saat ini, situasi di Wamena dilaporkan mulai berangsur-angsur kondusif setelah aparat keamanan усилить pengamanan di sejumlah titik rawan. Namun, pihak kepolisian dan TNI tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi potensi terjadinya aksi susulan. Insiden bakar mobil ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Papua Pegunungan. Dialog dan komunikasi yang efektif dengan tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat mencegah terjadinya kembali aksi serupa di masa mendatang.
