Petugas Terlibat Keributan TNI AL dan Brimob di Sorong Jalani Pemeriksaan Intensif

Sejumlah petugas dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Papua Barat Daya yang diduga terlibat keributan di Sorong kini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh masing-masing kesatuan. Insiden yang terjadi pada hari Minggu dini hari, 27 April 2025, di sebuah area publik di Kota Sorong ini, menjadi perhatian serius pimpinan kedua institusi.

Informasi awal menyebutkan bahwa keributan tersebut melibatkan beberapa oknum anggota TNI AL dari Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XIV Sorong dan anggota Brimob Polda Papua Barat Daya. Meskipun belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti keributan, dugaan sementara menyebutkan adanya kesalahpahaman yang berujung pada adu fisik.

Komandan Lantamal XIV Sorong, Laksamana Pertama TNI Deny Prasetyo, melalui keterangan pers yang disampaikan pada hari yang sama, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir tindakan indispliner yang dilakukan oleh anggotanya. “Kami telah menerima laporan mengenai adanya insiden yang melibatkan anggota kami dengan anggota Brimob. Saat ini, kami sedang melakukan penyelidikan internal secara menyeluruh. Siapapun anggota TNI AL yang terbukti terlibat keributan dan melanggar aturan, akan kami tindak tegas sesuai dengan hukum militer yang berlaku,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Daya, Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir, juga menyampaikan komitmennya untuk menindak anggotanya yang terbukti bersalah. “Kami sangat menyesalkan terjadinya insiden ini. Propam Polda Papua Barat Daya telah diterjunkan untuk melakukan investigasi bersama dengan pihak TNI AL. Jika ada anggota Brimob yang terbukti terlibat keributan dan melakukan pelanggaran, kami akan memberikan sanksi disiplin hingga pidana sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Kepolisian Republik Indonesia,” tegas Irjen Pol Johnny.

Pemeriksaan terhadap para petugas yang diduga terlibat keributan dilakukan secara terpisah oleh tim investigasi dari masing-masing kesatuan. Pihak TNI AL melakukan pemeriksaan di Markas Komando Lantamal XIV Sorong, sementara pihak Brimob melakukan pemeriksaan di Markas Komando Satuan Brimob Polda Papua Barat Daya. Proses pemeriksaan ini meliputi pengumpulan keterangan dari para pihak yang terlibat, saksi-saksi di lokasi kejadian, serta pengumpulan bukti-bukti lain yang relevan.

Insiden keributan antar aparat keamanan ini diharapkan tidak meluas dan dapat segera diselesaikan secara internal oleh kedua institusi. Pimpinan TNI AL dan Polri di tingkat pusat juga telah berkomunikasi dan menekankan pentingnya menjaga soliditas dan sinergitas antar aparat keamanan di daerah. Masyarakat Sorong diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi terkait insiden ini. Hasil dari pemeriksaan internal oleh kedua kesatuan akan diumumkan setelah proses investigasi selesai.

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org