Peternak Maggot Bereskan 150 Ton Sampah Organik di Bandung, Jabar

Bandung, Jawa Barat – Seorang peternak maggot di Bandung berhasil mengolah 150 ton sampah organik dalam waktu tiga bulan terakhir. Pencapaian luar biasa ini tidak hanya mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, tetapi juga memberikan solusi inovatif dalam pengelolaan limbah organik.

Peternak yang bernama Bapak Asep ini memulai usaha budidaya maggotnya sejak awal tahun 2023. Dengan ketekunan dan pengetahuan yang dimilikinya, ia berhasil mengembangkan metode budidaya maggot yang efektif dan efisien. Maggot, atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF), dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam mengurai sampah organik.

“Awalnya, saya hanya mencoba-coba memanfaatkan maggot untuk mengurai sampah organik di sekitar rumah. Namun, ternyata hasilnya sangat memuaskan,” ujar Bapak Asep saat ditemui di tempat budidayanya, Jalan Cibiru Hilir, Bandung, pada hari Rabu, 15 November 2023.

Dalam proses pengolahan sampah organik, peternak maggot ini menggunakan sistem kandang khusus yang dirancang untuk memaksimalkan pertumbuhan maggot. Sampah organik yang dikumpulkan dari pasar tradisional dan rumah tangga di sekitar Bandung, kemudian dicacah dan diberikan sebagai pakan maggot.

“Maggot ini sangat rakus. Dalam sehari, mereka bisa mengonsumsi sampah organik sebanyak dua kali berat badan mereka sendiri,” jelas Bapak Asep.

Setelah 10-14 hari, maggot mencapai ukuran maksimal dan siap dipanen. Maggot yang dipanen kemudian diolah menjadi pakan ternak yang kaya protein. Sementara itu, sisa-sisa penguraian sampah organik oleh maggot dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos yang subur.

Keberhasilan peternak maggot ini mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung. Kepala DLH Kota Bandung, Bapak Salman Fauzi, mengatakan bahwa budidaya maggot merupakan solusi yang sangat efektif dalam mengurangi volume sampah organik di TPA.

“Kami sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh Bapak Asep. Budidaya maggot ini tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” kata Bapak Salman.

Pemerintah Kota Bandung berencana untuk mengembangkan program budidaya maggot di seluruh wilayah Bandung. Program ini diharapkan dapat mengurangi hingga 30% volume sampah organik yang masuk ke TPA.

“Kami akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat yang ingin memulai budidaya maggot,” tambah Bapak Salman.

Dengan semakin banyaknya peternak maggot di Bandung, diharapkan masalah sampah organik di kota ini dapat teratasi dengan lebih baik.

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org