Kabar memilukan datang dari wilayah Pegunungan Bintang, Papua, di mana seorang pejabat jadi korban tindakan tidak manusiawi oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Korban yang diketahui merupakan seorang kepala distrik di wilayah tersebut, dilaporkan pejabat jadi korban penyergapan dan perlakuan keji berupa ditelanjangi serta diancam keselamatannya oleh anggota KKB pada Jumat pagi, 2 Mei 2025. Insiden ini menambah daftar panjang aksi teror dan intimidasi yang dilakukan KKB terhadap aparat pemerintah dan masyarakat sipil di Papua.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun dari sumber terpercaya di lapangan, pejabat jadi korban tersebut bernama Marten Soromba (48 tahun), Kepala Distrik Serambakon. Peristiwa tragis ini terjadi saat korban sedang dalam perjalanan dinas menuju sebuah kampung di wilayah distriknya menggunakan kendaraan roda empat. Di tengah perjalanan, rombongan korban dicegat oleh sekelompok anggota KKB bersenjata yang kemudian memaksa korban keluar dari mobil.
“Korban kemudian dibawa ke sebuah tempat tersembunyi di dalam hutan. Di sana, korban dipaksa membuka seluruh pakaiannya dan diancam dengan senjata api,” ujar sumber tersebut yang meminta anonimitas demi keamanannya, Sabtu, 3 Mei 2025. Selain perlakuan tidak manusiawi tersebut, KKB juga merampas sejumlah barang berharga milik korban, termasuk telepon genggam dan uang tunai. Setelah melakukan aksinya, para pelaku kemudian melarikan diri ke dalam hutan.
Aparat keamanan TNI-Polri yang mendapatkan laporan mengenai pejabat jadi korban penyergapan ini segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan penyelamatan. Tim gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi trauma dan segera memberikan pertolongan medis. Pihak kepolisian Resor Pegunungan Bintang saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.
Menanggapi insiden ini, Kapolda Papua, Irjen Pol. Mathius Fakhiri, S.I.K., menyatakan bahwa pihaknya sangat mengecam tindakan brutal yang dilakukan oleh KKB tersebut. “Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap kelompok kriminal bersenjata ini dan tidak akan membiarkan tindakan teror dan intimidasi terus berlanjut di Papua,” tegasnya melalui keterangan pers pada Sabtu siang, 3 Mei 2025, di Jayapura. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan informasi kepada aparat keamanan jika mengetahui keberadaan anggota KKB. Insiden ini sekali lagi menunjukkan bahwa KKB tidak segan-segan melakukan tindakan keji terhadap siapa pun, termasuk pejabat jadi korban yang menjalankan tugas pemerintahan di wilayah Papua.
