Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa, 8 April 2025, pukul 16.30 WITA – Sebuah penemuan mengejutkan terjadi di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Seorang operator alat berat jenis beko tanpa sengaja menemukan sebuah mortir yang diduga kuat merupakan peninggalan Perang Dunia II. Penemuan ini terjadi pada Selasa siang, 8 April 2025, sekitar pukul 11.00 WITA, saat sedang melakukan penggalian lahan untuk proyek pembangunan.
Kronologi Penemuan Mortir:
Menurut keterangan Saksi Mata, Bapak Supri (48 tahun), seorang pekerja proyek yang berada di lokasi, operator beko bernama Saiful (35 tahun) sedang melakukan penggalian tanah di area yang akan dibangun fondasi. Tiba-tiba, mata beko menyentuh benda keras yang berbeda dari struktur tanah di sekitarnya. Setelah diperiksa lebih lanjut, benda tersebut ternyata adalah sebuah mortir berukuran cukup besar dengan kondisi yang sudah berkarat namun masih utuh.
“Tadi pas beko lagi gali, kena benda keras. Awalnya dikira batu besar, tapi pas dibersihkan ternyata kayak bom zaman dulu,” ujar Bapak Supri di lokasi kejadian.
Kondisi Mortir dan Langkah Awal:
Mortir yang ditemukan diperkirakan memiliki panjang sekitar 50 cm dengan diameter sekitar 15 cm. Kondisinya tampak berkarat dan sebagian tertutup tanah, namun diduga masih aktif dan berbahaya jika tidak ditangani dengan benar. Setelah penemuan tersebut, Saiful selaku operator beko segera menghentikan pekerjaannya dan melaporkan temuan tersebut kepada mandor proyek, Bapak Herman (52 tahun), yang kemudian menghubungi pihak berwajib.
Tindakan Cepat Pihak Kepolisian:
Kepolisian Sektor (Polsek) Loa Janan segera mendatangi lokasi penemuan setelah menerima laporan. Tim identifikasi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan area sekitar penemuan mortir dengan memasang garis polisi. Mengingat potensi bahaya yang ditimbulkan, pihak kepolisian berkoordinasi dengan Tim Gegana (Penjinak Bom) dari Brimob Polda Kalimantan Timur untuk penanganan lebih lanjut.
Kesimpulan:
Penemuan mortir aktif peninggalan Perang Dunia II oleh operator beko di Kutai Kartanegara menjadi pengingat akan bahaya laten yang mungkin masih tersembunyi di dalam tanah. Respon cepat dari pihak kepolisian dan Tim Gegana berhasil mengamankan situasi. Kejadian ini juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan dan penanganan yang tepat terhadap penemuan benda-benda berbahaya.
