Tragis! Nekat Lawan Arah, 7 Pemotor Ditabrak Truk di Jalan Layang Antasari Jaksel

JAKARTA SELATAN – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Jalan Layang Non Tol (JLNT) Antasari, Jakarta Selatan, pada Rabu dini hari, 9 April 2025, sekitar pukul 02.15 WIB. Tujuh orang pengendara sepeda motor pemotor ditabrak truk usai lawan arah yang melaju dari arah Blok M menuju Cilandak. Akibat kejadian nahas ini, tiga orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara empat lainnya mengalami luka berat dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati.

Menurut keterangan saksi mata, Bapak Slamet (48 tahun), yang merupakan seorang pengemudi ojek daring, rombongan pemotor ditabrak saat mereka berusaha melintasi JLNT Antasari dari arah Cilandak menuju Blok M. Padahal, rambu-rambu lalu lintas dengan jelas melarang kendaraan roda dua melintas di jalan layang tersebut, apalagi melawan arah.

“Saya lihat jelas truk dari arah atas (Blok M) langsung menghantam rombongan motor itu. Suaranya keras sekali. Mereka (pemotor) itu lawan arah, mungkin mau menghindari putaran jauh di bawah,” ujar Bapak Slamet di lokasi kejadian.

Petugas Unit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Selatan yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP dan mengevakuasi para korban. Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Budi Santoso, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Benar, ada kecelakaan melibatkan truk dan tujuh sepeda motor. Tiga orang meninggal dunia di tempat, dan empat lainnya luka berat,” ungkap Kompol Budi Santoso saat memberikan keterangan pers di lokasi kejadian.

Lebih lanjut, Kompol Budi Santoso menyayangkan tindakan para pemotor ditabrak yang dengan sengaja melanggar aturan lalu lintas. “Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan orang lain. Melawan arah di jalan layang sangat berbahaya dan berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan fatal,” tegasnya.

Sopir truk dengan nomor polisi B 9876 XYZ yang terlibat dalam kecelakaan tersebut telah diamankan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab pasti kecelakaan, meskipun dugaan kuat sementara adalah kelalaian para pemotor ditabrak yang melawan arah.

Akibat kecelakaan ini, arus lalu lintas di JLNT Antasari sempat mengalami kepadatan. Namun, setelah proses evakuasi selesai, lalu lintas berangsur normal kembali. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak meniru tindakan berbahaya melawan arah, terutama di jalan-jalan arteri dan jalan layang yang memiliki risiko kecelakaan tinggi. Kejadian ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org