Kabar duka kembali menyelimuti dunia pendidikan di Papua. Seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dilaporkan tewas akibat penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Jumat pagi, 25 April 2025. Insiden tragis ini menambah daftar panjang aksi kekerasan yang menyasar warga sipil di wilayah tersebut.
Korban yang diketahui bernama Edo Wijaya (17 tahun), merupakan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kiwirok. Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan bahwa peristiwa nahas ini terjadi saat korban sedang dalam perjalanan menuju sekolah. Tiba-tiba, sekelompok anggota KKB melakukan penghadangan dan melepaskan tembakan ke arah korban. Akibatnya, siswa tewas seketika di lokasi kejadian dengan luka tembak di bagian dada.
Aparat keamanan dari Kepolisian Resor Pegunungan Bintang dan Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz segera merespons laporan mengenai insiden siswa tewas ini. Tim gabungan diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban. Kepala Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Faizal Ramadhani, dalam keterangan persnya pada Jumat siang, 25 April 2025, membenarkan adanya insiden penembakan yang menyebabkan seorang siswa tewas.
“Kami sangat menyesalkan tindakan brutal KKB yang kembali menyasar warga sipil, kali ini seorang pelajar menjadi korban. Tim kami sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku dan akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kombes Pol Faizal Ramadhani di Jayapura. Beliau menambahkan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah-wilayah rawan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Kejadian siswa tewas ini sontak menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban, pihak sekolah, dan masyarakat Pegunungan Bintang. Pemerintah daerah setempat melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Bintang, Bapak Yohanis Balingga, menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan mengutuk keras tindakan keji KKB tersebut. “Kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Anak-anak kami menjadi korban kekerasan yang tidak berperikemanusiaan,” ujarnya dengan nada sedih.
Insiden ini sekali lagi menyoroti permasalahan keamanan yang masih menjadi tantangan serius di Papua, khususnya di wilayah pegunungan. Aparat keamanan diharapkan dapat segera menangkap para pelaku dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, sehingga aktivitas pendidikan dan kehidupan sosial dapat berjalan dengan normal tanpa adanya rasa takut dan ancaman kekerasan. Kehilangan seorang siswa tewas akibat aksi KKB ini adalah tragedi yang tidak seharusnya terjadi dan menjadi duka bagi seluruh bangsa.
