Mengenal Gerwani Organisasi Perempuan Progresif Terbesar di Masanya

Gerakan Wanita Indonesia atau Gerwani merupakan salah satu Organisasi Perempuan yang paling berpengaruh dalam sejarah politik dan sosial di Indonesia. Didirikan pada tahun 1950 dengan nama Gerwis, organisasi ini tumbuh menjadi kekuatan raksasa yang memperjuangkan hak-hak perempuan secara progresif. Mereka fokus pada isu-isu mendasar seperti pendidikan, kesehatan, dan keadilan gender.

Sebagai sebuah Organisasi Perempuan yang berhaluan kiri, Gerwani sangat aktif dalam mengadvokasi perubahan hukum perkawinan yang adil bagi kaum wanita. Mereka menentang praktik poligami yang sewenang-wenang dan pernikahan anak di bawah umur yang marak terjadi saat itu. Perjuangan ini dilakukan melalui aksi massa yang terorganisir serta lobi politik di parlemen.

Di tingkat akar rumput, Gerwani mendirikan ribuan sekolah non-formal dan tempat penitipan anak untuk membantu buruh perempuan serta petani. Aktivitas sosial ini menjadikan mereka sebagai Organisasi Perempuan yang memiliki basis massa paling loyal di wilayah pedesaan maupun perkotaan. Kader-kadernya dikenal sangat militan dalam menjalankan program pemberantasan buta aksara secara gratis.

Keterlibatan Gerwani dalam politik nasional semakin menguat seiring dengan kedekatan mereka terhadap agenda revolusioner Presiden Sukarno. Sebagai Organisasi Perempuan yang vokal, mereka terlibat aktif dalam kampanye anti-imperialisme dan mendukung kebijakan kedaulatan ekonomi nasional. Hal ini membuat posisi Gerwani semakin diperhitungkan dalam jajaran organisasi massa besar di era Demokrasi Terpimpin.

Selain isu domestik, Gerwani juga menjalin hubungan internasional dengan gerakan perempuan dunia untuk menyuarakan perdamaian dan hak asasi. Mereka percaya bahwa penindasan terhadap perempuan adalah bagian dari sistem eksploitasi yang harus dihapuskan secara menyeluruh. Solidaritas global ini memberikan perspektif baru bagi gerakan perempuan di tanah air saat memperjuangkan kemerdekaan.

Namun, citra organisasi ini mengalami pergeseran drastis akibat turbulensi politik yang terjadi pada pertengahan tahun 1960-an. Propaganda hitam yang dilancarkan oleh pihak lawan politik berhasil menyudutkan peran mereka dalam peristiwa sejarah nasional yang kelam. Akibatnya, banyak anggota yang mengalami persekusi meski mereka hanya aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan rakyat.

Penghapusan paksa organisasi ini mengakibatkan hilangnya salah satu motor penggerak hak-hak sipil perempuan yang paling progresif di Asia Tenggara. Padahal, kontribusi mereka dalam memajukan kecerdasan bangsa melalui program literasi sangatlah nyata dan besar manfaatnya. Sejarah Gerwani menyisakan catatan tentang pentingnya keberanian dalam menyuarakan hak kaum yang seringkali dianggap lemah.

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org