Aksi nekat seorang warga di Kampung Sumberker, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Papua, nyaris berujung petaka saat mencoba menyebrangi sungai dengan arus yang sedang kencang. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 23 April 2025, sekitar pukul 14.00 WIT.
Kejadian bermula ketika Bapak Niko (48), seorang petani setempat, hendak kembali ke rumahnya setelah berkebun di seberang Sungai Waroi. Biasanya, Bapak Niko menggunakan jembatan gantung yang terletak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Namun, karena merasa jaraknya terlalu jauh dan waktu sudah sore, ia memutuskan untuk mengambil jalan pintas dengan mencoba menyebrangi sungai secara langsung.
Saat kejadian, kondisi Sungai Waroi memang sedang tidak bersahabat. Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sungai sejak pagi hari menyebabkan debit air meningkat drastis dan arusnya menjadi sangat kuat. Meskipun demikian, Bapak Niko tetap nekat mencoba menyebrangi sungai dengan berjalan kaki.
Baru beberapa langkah memasuki sungai, Bapak Niko langsung merasakan kuatnya arus yang menyeret tubuhnya. Ia berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan diri agar tidak terbawa arus lebih jauh. Teriakan minta tolong dari Bapak Niko didengar oleh beberapa warga yang sedang berada di sekitar sungai.
Dengan sigap, beberapa warga yang melihat kejadian tersebut langsung bergegas memberikan pertolongan. Mereka menggunakan tali dan batang bambu untuk menjangkau Bapak Niko yang sudah hampir mencapai tengah sungai dan terlihat semakin kesulitan melawan arus. Setelah bersusah payah, akhirnya warga berhasil menarik Bapak Niko ke tepi sungai dalam kondisi lemas dan basah kuyup.
Salah seorang warga yang ikut membantu proses penyelamatan, Mama Naomi (52), mengatakan bahwa aksi menyebrangi sungai dengan arus deras sangat berbahaya dan tidak seharusnya dilakukan. “Air sungai sedang tinggi dan arusnya kuat sekali. Untung cepat ketahuan dan bisa ditolong,” ujarnya dengan nada khawatir.
Kepala Kampung Sumberker, Bapak Petrus Ayamiseba, mengimbau kepada seluruh warganya untuk tidak mengambil risiko dengan mencoba menyebrangi sungai saat kondisi air sedang tidak aman. Ia menyarankan warga untuk selalu menggunakan jembatan gantung yang sudah disediakan meskipun jaraknya sedikit lebih jauh. Pihak pemerintah kampung juga berencana untuk memasang rambu-rambu peringatan di sekitar sungai agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi warga akan pentingnya mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di dekat sungai.
