Peristiwa mengkhawatirkan terjadi di sebuah distrik terpencil di Papua. Seorang guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilaporkan nyaris jadi korban pemerkosaan saat menjalankan tugasnya. Insiden ini terjadi pada hari Senin, 28 April 2025, sekitar pukul 15.00 WIT di area perkebunan yang berada di dekat kompleks perumahan guru di Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom. Korban yang diketahui bernama Ibu Sinta (29 tahun), berhasil melarikan diri meskipun sempat mengalami trauma mendalam.
Kapolres Keerom, AKBP Bambang Santoso, melalui keterangan pers yang disampaikan pada Selasa, 29 April 2025, membenarkan adanya laporan terkait percobaan pemerkosaan tersebut. Beliau menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari korban dan langsung menerjunkan tim untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta melakukan pengejaran terhadap pelaku. “Kami sangat prihatin dengan kejadian ini dan akan melakukan segala upaya untuk menangkap pelaku yang nyaris jadi korban Ibu Sinta,” tegas AKBP Bambang.
Berdasarkan keterangan korban kepada pihak kepolisian, pelaku diduga berjumlah satu orang dan melakukan aksinya secara tiba-tiba saat Ibu Sinta sedang berjalan menuju rumah dinasnya setelah selesai mengajar. Pelaku yang ciri-cirinya masih dalam penyelidikan, berusaha menyeret korban ke tempat yang lebih sepi. Beruntung, Ibu Sinta berhasil berteriak dan melawan, sehingga pelaku panik dan melarikan diri ke arah hutan. Meskipun nyaris jadi korban kekerasan seksual, Ibu Sinta mengalami luka ringan akibat perlawanan yang dilakukannya dan saat ini dalam pendampingan psikologis.
Kejadian ini sontak menimbulkan keprihatinan dan kekhawatiran di kalangan tenaga pendidik yang bertugas di wilayah terpencil Papua. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Keerom, Bapak Markus Yali, mengecam keras tindakan percobaan pemerkosaan tersebut dan meminta pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku serta meningkatkan keamanan di lingkungan sekolah dan perumahan guru. “Kami meminta aparat keamanan untuk memberikan perlindungan maksimal kepada para guru yang bertugas di daerah-daerah terpencil. Kejadian ini sangat mencoreng dunia pendidikan dan membuat para guru merasa tidak aman,” ujarnya.
Pihak kepolisian Resor Keerom saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku yang nyaris jadi korban Ibu Sinta. Beberapa saksi telah dimintai keterangan dan petugas juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mencari petunjuk yang dapat mengarah pada pelaku. AKBP Bambang Santoso mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika mengetahui adanya hal-hal yang mencurigakan. Kasus ini menjadi pengingat akan tantangan keamanan yang dihadapi oleh para tenaga pendidik yang bertugas di wilayah terpencil dan perlunya perhatian serta perlindungan yang lebih serius dari pemerintah dan aparat keamanan.
