Guncangan Gempa Berkekuatan M 5.3 di Merauke Papua

Warga Merauke, Papua, dikejutkan oleh guncangan gempa berkekuatan magnitudo 5.3 pada hari Sabtu, 19 April 2025, sekitar pukul 14.15 WIT. Getaran kuat yang dirasakan cukup lama ini sempat membuat sebagian besar masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah untuk mencari tempat yang lebih aman.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun resminya menginformasikan bahwa episenter gempa bumi terletak di laut pada koordinat 8.25 Lintang Selatan dan 140.17 Bujur Timur, sekitar 78 kilometer arah tenggara Kota Merauke. Kedalaman gempa dilaporkan mencapai 10 kilometer. Meskipun kekuatan gempa tergolong menengah, kedalaman yang dangkal dapat menyebabkan guncangan gempa terasa cukup kuat di wilayah sekitar episenter.

Laporan dari beberapa warga Merauke melalui sambungan telepon dan media sosial menggambarkan bagaimana guncangan gempa tersebut dirasakan. “Saya sedang beristirahat di dalam rumah, tiba-tiba terasa ada getaran kuat. Lampu-lampu juga bergoyang. Saya langsung lari keluar rumah bersama keluarga,” ujar Bapak Yanto, seorang warga Kelurahan Mandala, Distrik Merauke. Kepanikan serupa juga dirasakan oleh warga di distrik-distrik lain seperti Semangga dan Tanah Miring.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa atau kerusakan bangunan yang signifikan akibat guncangan gempa ini. Namun, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merauke segera bergerak untuk melakukan assessment dan mendata kemungkinan adanya dampak yang ditimbulkan. Sekretaris BPBD Kabupaten Merauke, Bapak Herman Jaya, melalui keterangan persnya pada sore hari ini mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi terjadinya gempa susulan.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan saat ini tim sedang berada di lapangan untuk memantau situasi dan mengumpulkan data. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG serta arahan dari petugas di lapangan,” jelas Bapak Herman Jaya. Pihak kepolisian dari Polres Merauke juga turut melakukan patroli di sejumlah wilayah untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat pasca guncangan gempa. Kapolres Merauke, AKBP Antonius Sinaga, meminta warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu mengandalkan informasi dari sumber-sumber resmi.

Meskipun guncangan gempa kali ini tidak berpotensi tsunami karena kekuatannya yang relatif kecil dan kedalamannya yang dangkal, kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat Merauke dan sekitarnya akan potensi bahaya gempa bumi. Edukasi mengenai tindakan yang perlu dilakukan saat terjadi gempa bumi menjadi sangat penting untuk meminimalisir risiko dan dampak yang mungkin timbul.

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org