Gedung DPR, atau yang sering disebut Senayan, kerap menjadi saksi bisu drama Senayan yang tak berkesudahan. Alih-alih berdiskusi secara konstruktif, para anggota dewan seringkali terlihat sibuk beradu argumen, bahkan hingga berujung pada keributan. Fenomena ini membuat publik bertanya-tanya: mengapa mereka lebih suka bertengkar daripada bekerja?
Perilaku ini bisa jadi merupakan bagian dari strategi politik. Dengan menciptakan, mereka berhasil menarik perhatian media dan publik. Fokusnya bukan lagi pada substansi masalah, melainkan pada siapa yang paling lantang dan berani. Pertengkaran menjadi panggung yang efektif untuk meningkatkan popularitas.
Sikap ini juga mencerminkan mentalitas politik yang masih berorientasi pada kekuasaan, bukan pada pelayanan. Mereka lebih mementingkan ego dan kepentingan kelompok daripada kepentingan rakyat. yang terjadi adalah pertarungan kekuasaan yang terang-terangan di depan mata publik.
Kurangnya toleransi terhadap perbedaan pendapat juga menjadi pemicu utama. Alih-alih mencari titik temu, mereka lebih suka memaksakan kehendak. Perbedaan pandangan dianggap sebagai musuh yang harus dikalahkan, bukan sebagai kekayaan dalam demokrasi. Drama Senayan ini menunjukkan kegagalan mereka dalam berdemokrasi.
Rendahnya akuntabilitas juga berperan penting. Banyak dari mereka merasa tidak perlu bertanggung jawab penuh kepada rakyat karena tahu bahwa keributan ini tidak akan berdampak pada posisi mereka. Mereka merasa aman di balik kursi kekuasaan. Sikap ini memperparah drama Senayan yang sudah ada.
Akibatnya, banyak isu penting yang terabaikan. Waktu dan energi yang seharusnya digunakan untuk membahas undang-undang dan kebijakan publik habis untuk hal-hal yang tidak produktif. Keributan ini menghambat kemajuan bangsa. Drama Senayan adalah kerugian besar bagi kita semua.
Sudah saatnya masyarakat memberikan tekanan lebih kepada para wakil rakyat. Kita harus menuntut mereka untuk bekerja secara profesional, bukan sekadar menjadi aktor politik. Mereka harus menyadari bahwa mandat yang mereka miliki berasal dari rakyat. Ini akan mengakhiri drama Senayan yang memalukan.
Kita berharap Senayan dapat kembali menjadi tempat yang kondusif untuk berdiskusi, bukan lagi menjadi arena pertengkaran. Para anggota dewan harus kembali kepada tugas mulia mereka: melayani rakyat. Drama Senayan ini harus diakhiri demi masa depan bangsa yang lebih baik.
